
Kebutuhan stok kurma dihitung dalam satuan karton, bukan kilogram atau jumlah kemasan. Satu karton berisi pengali tertentu, misalnya 28 kemasan 250 gram atau 12 kemasan 1 kilogram, sehingga bobotnya berkisar sekitar 5 sampai 10 kilogram. Tentukan dulu berapa karton yang akan didatangkan, baru tentukan berapa banyak yang bisa Anda tawarkan.
Kenapa Berpikir dalam Kilogram Menyesatkan
Ini kesalahan kecil yang diam-diam memakan margin, dan hampir selalu terjadi pada pesanan pertama. Seorang mitra memutuskan ingin menyediakan seratus kilogram kurma, lalu memesan dengan angka itu. Yang datang kemudian adalah sejumlah karton yang isinya tidak persis seratus kilogram, karena barang dikirim per karton dengan isi yang sudah tertentu.
Masalahnya bukan pada selisih beratnya, melainkan pada apa yang Anda janjikan kepada pembeli. Kalau Anda sudah menjanjikan empat ratus bungkus untuk sebuah kegiatan, sedangkan isi karton tidak habis dibagi empat ratus, Anda akan berada di salah satu dari dua posisi, yaitu kekurangan barang atau punya sisa yang tidak direncanakan. Keduanya bisa dihindari hanya dengan mengubah satuan berpikir.
Bentuk Isi Karton yang Lazim
Isi karton berbeda menurut varietas dan ukuran kemasannya. Bentuk yang paling sering Anda jumpai:
- 28 kemasan 250 gram, bentuk paling umum untuk varietas yang dijual dalam kemasan kecil seperti Safawi, Mabroom, Lulu, dan Khenaizi.
- 24 kemasan 250 gram, dipakai pada beberapa varietas lain termasuk Medjool dan kurma Algeria.
- 20 kemasan 500 gram dan 12 kemasan 500 gram, untuk ukuran menengah.
- 12 kemasan 1 kilogram dan 8 kemasan 1 kilogram, untuk kebutuhan rumah tangga besar dan penjualan kiloan.
- Karton polos 5 kilogram dan 10 kilogram, untuk penjualan kiloan, bahan olahan, dan kebutuhan dapur usaha.
- Bentuk khusus, misalnya Sukari yang dikemas 8 kemasan 800 gram, kurma Bam 12 kemasan 550 atau 600 gram, dan kurma Tunisia bertangkai 12 kemasan 500 gram.
Daftar isi karton per varietas tercantum lengkap di katalog produk. Yang perlu Anda catat dari daftar itu hanya dua hal, yaitu pengalinya dan berat satuannya.
Tiga Langkah Menghitung
1. Tentukan target penjualan per ukuran kemasan.
Bukan total kilogram, melainkan berapa banyak kemasan 250 gram, berapa banyak kemasan 1 kilogram, dan seterusnya. Angkanya diambil dari catatan penjualan Anda atau dari pesanan yang sudah pasti.
2. Bagi dengan isi karton, lalu bulatkan ke atas.
Selalu ke atas, tidak pernah ke bawah. Membulatkan ke bawah berarti Anda akan kekurangan barang di saat paling sibuk.
3. Rencanakan sisanya sejak sekarang.
Inilah langkah yang paling sering dilewati. Sisa kemasan akan selalu ada, dan sisa yang sudah direncanakan bukan kerugian. Alihkan menjadi paket tambahan, contoh untuk calon pembeli baru, atau stok eceran di toko Anda.
Contoh Perhitungan
Contoh pertama. Anda menargetkan menjual 300 kemasan 250 gram untuk sebuah varietas yang kartonnya berisi 28 kemasan. Pembagiannya menghasilkan angka sepuluh lebih, jadi dibulatkan menjadi 11 karton. Sebelas karton berisi 308 kemasan, sehingga ada 8 kemasan sisa. Delapan kemasan itu cukup untuk dijadikan contoh bagi delapan calon pembeli baru, dan itu jauh lebih berguna daripada dianggap kelebihan.
Contoh kedua. Sebuah panitia kegiatan meminta 100 kemasan 1 kilogram, dan varietas yang Anda pilih kartonnya berisi 12 kemasan. Anda butuh 9 karton, yang berisi 108 kemasan. Sisa 8 kemasan bisa dijual eceran di toko dengan harga normal, dan biasanya justru cepat habis karena orang yang melihat kegiatan itu ikut ingin membeli.
Perhatikan pola keduanya. Sisa bukan masalah selama Anda sudah tahu akan dipakai untuk apa.
Bobot dan Ruang yang Sering Terlupa
Dua hal yang hanya terasa setelah barang datang. Pertama, bobot. Satu dus berkisar sekitar 5 sampai 10 kilogram, sehingga sebelas karton sudah setara puluhan kilogram yang perlu diangkat, dipindahkan, dan ditumpuk. Ini menentukan ongkos kirim dan menentukan apakah Anda butuh bantuan saat barang tiba.
Kedua, karton paling bawah menanggung beban seluruh tumpukan. Kemasan kecil di dalam karton bisa penyok atau pecah segelnya tanpa terlihat dari luar, dan baru ditemukan saat karton dibuka berminggu-minggu kemudian. Karena itu lebih baik menumpuk lebih pendek dengan barisan lebih banyak. Panduan lengkap penyimpanan ada di cara menyimpan stok kurma dalam jumlah besar.
Tiga Kesalahan yang Sering Terjadi
- Menganggap satu dus sama dengan satu ukuran tertentu. Isi karton berbeda antarvarietas, bahkan untuk berat kemasan yang sama. Selalu periksa pengalinya, jangan mengandalkan kebiasaan.
- Memesan campuran ukuran tanpa menghitung. Menggabungkan beberapa ukuran dalam satu pesanan itu wajar, tetapi hitung setiap ukuran secara terpisah lebih dulu.
- Lupa menyisakan kemasan untuk contoh. Barang contoh bukan kerugian, melainkan alat jualan Anda yang paling murah, terutama saat mendekati toko baru.
Komposisi Ukuran yang Sehat
Dari pola pesanan yang kami lihat, mitra yang perputarannya paling baik hampir selalu menyediakan lebih dari satu ukuran. Kemasan kecil menjadi penarik pembeli dan paling cepat berputar, terutama saat musim karena dipakai untuk dibagikan dan diisi ke bingkisan. Kemasan menengah dipilih untuk kebutuhan rumah tangga. Karton polos berukuran besar melayani penjualan kiloan dan pembeli yang mengolah kurma menjadi produk lain.
Yang perlu dihindari adalah menyetok satu ukuran saja dalam jumlah besar, karena begitu ukuran itu tidak cocok dengan kebutuhan pembeli yang datang, seluruh stok Anda ikut berhenti. Cara menyusun komposisi musiman ada di berapa banyak kurma yang perlu distok untuk Ramadan, dan pemakaiannya untuk pesanan bingkisan ada di kurma untuk hampers dan bingkisan perusahaan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Satu dus kurma isinya berapa?
Tergantung varietas dan ukuran kemasannya. Bentuk yang lazim antara lain 28 kemasan 250 gram, 24 kemasan 250 gram, 20 kemasan 500 gram, 12 kemasan 500 gram, 12 kemasan 1 kilogram, 8 kemasan 1 kilogram, serta karton polos 5 atau 10 kilogram. Artinya bobot satu dus berkisar sekitar 5 sampai 10 kilogram.
Kenapa kebutuhan stok sebaiknya dihitung dalam satuan karton?
Karena barang dikirim per karton, bukan per kemasan. Menghitung dalam kilogram atau jumlah kemasan membuat angka pesanan Anda hampir selalu tidak pas dengan isi karton, dan selisihnya muncul sebagai sisa yang tidak direncanakan.
Bagaimana cara menghitung jumlah karton yang dibutuhkan?
Tentukan target penjualan Anda per ukuran kemasan, bagi dengan isi karton untuk ukuran itu, lalu bulatkan ke atas. Setelah itu rencanakan sisanya sejak awal, misalnya dijual eceran atau dijadikan paket tambahan, supaya sisa tidak menjadi barang menganggur.
Berapa berat satu dus kurma?
Sekitar 5 sampai 10 kilogram untuk sebagian besar bentuk karton. Angka ini penting untuk memperkirakan ongkos kirim dan menentukan tinggi tumpukan, karena karton paling bawah menanggung seluruh beban di atasnya.
Apakah lebih baik memesan kemasan kecil atau karton besar?
Keduanya punya peran. Kemasan kecil berputar paling cepat dan paling banyak dicari untuk dibagikan serta untuk isi bingkisan. Karton polos berukuran besar lebih hemat untuk penjualan kiloan dan untuk bahan olahan. Komposisi yang sehat biasanya memuat keduanya.