Logo PT. Sahabat Mulia Jaya Lestari Sahabat Mulia Jaya LestariSMJL
Blog SMJL

Berapa Banyak Kurma yang Perlu Distok untuk Ramadan

Oleh Tim SMJL Ditinjau oleh Caroline Gandirja (Chief Sales Officer) Diterbitkan 13 Oktober 2026
Tumpukan karton kurma tertata di gudang menjelang musim permintaan tinggi

Perkiraan stok Ramadan disusun dari angka penjualan Anda sendiri di bulan biasa, dikalikan perkiraan lonjakan musiman, ditambah cadangan untuk pesanan bingkisan, lalu dibagi menjadi dua gelombang pembelian. Gelombang pertama dua sampai tiga bulan sebelum Ramadan untuk mengamankan pilihan varietas, gelombang kedua dua sampai tiga pekan sebelum Ramadan untuk menyesuaikan jumlah.

Pertanyaan yang Biasanya Datang Terlambat

Setiap tahun polanya sama. Pertanyaan tentang jumlah stok Ramadan mulai ramai masuk justru ketika Ramadan sudah di depan mata, atau bahkan sudah berjalan. Pada saat itu, yang bisa kami bantu tinggal sisa pilihan, bukan pilihan terbaik.

Penyebabnya bukan kelalaian, melainkan cara berpikir yang wajar tetapi keliru urutannya. Banyak pedagang menunggu tanda pasar ramai lebih dulu, baru memutuskan membeli. Masalahnya, di rantai pasok kurma tanda itu muncul terlambat. Saat pembeli akhir mulai ramai, barang sudah lebih dulu berpindah dari gudang ke tangan pedagang yang memesan berbulan-bulan sebelumnya.

Empat Langkah Menghitungnya

1. Mulai dari angka Anda sendiri, bukan dari modal.
Berapa dus yang biasa Anda jual dalam sebulan di luar musim? Angka itu dasar perhitungan Anda. Kalau Anda belum punya catatannya, inilah alasan paling praktis untuk mulai mencatat dari sekarang. Memulai perkiraan dari besarnya modal membalik urutannya, dan biasanya berakhir dengan barang yang tidak sesuai kebutuhan pasar Anda.

2. Kalikan dengan lonjakan musiman di wilayah Anda.
Besarnya lonjakan tidak sama di setiap kota dan setiap jenis usaha. Toko di kawasan padat dengan banyak kegiatan berbuka bersama naik jauh lebih tinggi daripada penjual daring yang pembelinya tersebar. Kalau ini musim Ramadan pertama Anda, mulailah dari angka yang lebih hati-hati, lalu tutup kekurangannya di gelombang kedua.

[MENUNGGU DATA KLIEN: perkiraan berapa kali lipat pesanan mitra naik menjelang Ramadan dibandingkan bulan biasa, dan pada bulan apa kenaikan pesanan mulai terasa menurut catatan tim sales]

3. Tentukan komposisi varietas, bukan hanya jumlah total.
Empat sampai lima varietas biasanya cukup. Porsi terbesar untuk varietas dengan perputaran tercepat yang dipakai untuk berbuka sehari-hari. Porsi sedang untuk varietas yang biasa masuk bingkisan. Porsi kecil untuk varietas premium yang pembelinya lebih sedikit tetapi nilainya tinggi. Urutan varietas yang paling cepat berputar kami bahas di kurma paling laris untuk dijual kembali.

4. Sisakan cadangan untuk pesanan yang datang mendadak.
Pesanan bingkisan perusahaan, pesantren, atau panitia kegiatan hampir selalu datang tiba-tiba dan dalam jumlah besar. Menyisakan sebagian stok untuk kemungkinan ini lebih menguntungkan daripada menjual habis lebih awal, karena pesanan besar seperti ini nilainya sekali tembak.

Kenapa Dibagi Dua Gelombang

Membeli seluruh kebutuhan sekaligus di awal membuat modal Anda tertahan berbulan-bulan dalam bentuk barang, dan menuntut tempat penyimpanan yang besar sejak awal. Membeli semuanya di akhir terlihat lebih ringan, tetapi Anda berhadapan dengan ketersediaan yang sudah menyempit dan pengiriman yang menumpuk di seluruh Indonesia pada waktu yang sama.

Karena itu pembagiannya: gelombang pertama untuk mengamankan varietas dan jumlah dasar, gelombang kedua untuk menyesuaikan dengan penjualan nyata yang sudah mulai terlihat. Gelombang kedua inilah yang menyelamatkan banyak mitra, karena di situ Anda sudah punya data, bukan lagi perkiraan.

Apa yang Terjadi di Sisi Gudang Saat Musim Mendekat

Ada hal yang tidak terlihat dari sisi pedagang, dan ini alasan sebenarnya mengapa memesan lebih awal bukan sekadar nasihat basa-basi.

Kurma punya musim panen sendiri di negara asalnya, dan musim itu tidak menyesuaikan diri dengan kalender Ramadan. Barang yang Anda jual saat Ramadan sudah dipesan, diperiksa mutunya, dan dikapalkan jauh sebelum musim jualan dimulai, karena perjalanan laut dari negara asal ditambah pemeriksaan bea cukai dan karantina memakan waktu berminggu-minggu. Artinya jumlah barang yang ada di Indonesia menjelang Ramadan bukan angka yang bisa ditambah mendadak. Yang bisa berubah cepat hanyalah siapa yang mendapatkannya.

Konsekuensinya bisa Anda hitung sendiri. Saat permintaan naik serentak di seluruh Indonesia, yang lebih dulu memesan mendapat pilihan varietas lengkap, sedangkan yang belakangan mendapat apa yang tersisa. Itu sebabnya varietas premium biasanya yang paling cepat habis dari gudang, bukan karena paling laris di pasar, melainkan karena jumlah yang masuk memang paling terbatas. Seluruh rantai ini kami buka di proses impor kurma.

Tiga Kesalahan Menyetok yang Paling Mahal

  • Terlalu banyak varietas premium. Marginnya memang paling menarik, tetapi jumlah pembelinya paling sedikit. Stok premium yang tidak terjual saat musim akan jauh lebih sulit dijual sesudahnya.
  • Melupakan kemasan ukuran kecil. Pada musim Ramadan, kebutuhan yang paling besar justru kemasan kecil untuk dibagikan dan untuk isi bingkisan. Pedagang yang hanya menyetok ukuran besar akan kehilangan penjualan yang paling mudah.
  • Menunda sambil menunggu harga turun. Mendekati musim, yang berubah bukan hanya harga, tetapi juga ketersediaan. Menghemat sedikit di harga lalu kehilangan penjualan karena barang tidak ada adalah pertukaran yang merugikan.

Setelah Barang Datang

Stok besar hanya menguntungkan bila mutunya terjaga sampai terjual. Periksa kirimannya saat baru tiba, jangan saat mau dijual; langkahnya ada di cara memeriksa mutu kurma sebelum dijual kembali. Pastikan juga tempat penyimpanan Anda kering dan cukup luas, karena satu dus berbobot sekitar 5 sampai 10 kilogram tergantung varietasnya, dan tumpukan yang terlalu tinggi menekan karton paling bawah.

Untuk persiapan musim secara menyeluruh, termasuk urutan pekerjaan menjelang Ramadan, lihat peluang jadi agen kurma menjelang Ramadan. Katalog varietas beserta isi kartonnya ada di halaman produk.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Kapan sebaiknya menyetok kurma untuk Ramadan?

Gelombang pertama sekitar dua sampai tiga bulan sebelum Ramadan, dan gelombang kedua sekitar dua sampai tiga pekan sebelum Ramadan. Menunggu sampai Ramadan dimulai adalah kesalahan yang paling sering terjadi, karena pada saat itu pilihan varietas sudah menyempit dan pengiriman menumpuk.

Bagaimana cara memperkirakan jumlah stok Ramadan?

Mulai dari angka penjualan Anda sendiri di bulan biasa, lalu kalikan dengan perkiraan lonjakan musiman di wilayah Anda. Tambahkan cadangan untuk pesanan bingkisan yang datang mendadak, lalu bagi total itu menjadi dua gelombang pembelian. Jangan memulai perkiraan dari besarnya modal, karena itu membalik urutannya.

Berapa banyak varietas yang perlu disiapkan untuk Ramadan?

Empat sampai lima varietas biasanya cukup. Porsi terbesar diberikan pada varietas dengan perputaran tercepat untuk kebutuhan berbuka sehari-hari, porsi sedang untuk varietas bingkisan, dan porsi kecil untuk varietas premium yang pembelinya lebih sedikit tetapi nilainya tinggi.

Kenapa pembelian stok Ramadan sebaiknya dibagi dua gelombang?

Karena gelombang pertama mengamankan ketersediaan barang dan pilihan varietas, sedangkan gelombang kedua menyesuaikan jumlah berdasarkan penjualan nyata yang sudah mulai terlihat. Membeli seluruhnya sekaligus di awal membuat modal tertahan lama, dan membeli semuanya di akhir berisiko kehabisan varietas.

Apa kesalahan menyetok yang paling sering terjadi?

Tiga yang paling sering: menyetok terlalu banyak varietas premium karena marginnya besar padahal pembelinya sedikit, melupakan kemasan ukuran kecil yang justru paling dicari untuk berbagi dan bingkisan, dan menunda pembelian sambil menunggu harga turun padahal mendekati musim ketersediaan justru menyempit.

Amankan Stok Lebih Awal

Susun Rencana Stok Ramadan Bersama Tim Sales

Sampaikan wilayah, jenis usaha, dan perkiraan kebutuhan Anda. Tim sales kami akan membantu menyusun komposisi varietas dan jadwal dua gelombang yang masuk akal untuk pasar Anda.

Bersertifikat & Terdaftar Resmi
Logo Halal Indonesia BPJPH Logo Halal MUI Logo Badan Pangan Nasional Republik Indonesia Logo Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)